Sabtu, 23 Februari 2013

Kegiatan KKL anak pendidikan geografi di Universitas Negeri padang angkatan II di Pantai Carocok



Beberapa bulan yang lalu pendidikan geografi angkatan II KKL ke pantai Carocok, Painan, Sumatera Barat. mereka menelaah tentang Objek Wisata di Pantai Carocok tersebut yang dikaji dalam Geografi Pariwisata. akses jalan menuju pantai Carocok cukup lancar,, tetapi yang jadi masalahnya di sini adalah bus yang di naiki oleh peserta KKL. Ada 3 bus yang mengangkut peserta KKL yakni dengan penbagian bus 1, bus 2, dan bus 3. di dalam perjalanan menuju Painan di antara ketiga bus tersebut bus 1 lah yang paling banyak pesertanya Mabuk Darat selama perjalanan, ini di karenakan kondisi mobil yang tidak memungkinkan dan jalan yang berliku-liku sehingga bisa membuat perut mual. inilah kondisi peserta KKL angkata II pend. Geografi UNP, bus 1


sesampai di sana mereka langsung mempersiapkan acara makan bersama, dan ini di lakukan di pinggir pantai

sehabiss makan, mereka melakukan survei masalah yang mereka cari di Wisata Pantai Carocok
lalu setelah menyelesaikan tugas KKL, mereka bisa menikmati pemandangan alamiah pantai Carocok, dengan pantainya, karangnya, dan cendramata yang di jual di sana. sehabis melihat-lihat dan menikmati suasananya , para panitia KKL membuat acara keakraban yakni lomba-lomba seperti lomba ular-ularan, memindahkan balon air, tarik tambang dan lain sebagainya. berikut adalah salah satu gambar dari suasana lomba yang di adakan.
seru-seruan ya anak pend.Geografi angkatan II UNP .....
kita tunggu cerita seruunya lagiii, , , , , ,,n_n

model media pembelajaran

-->
Kata media berasal dari bahasa Latin Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.
Media adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa. Adapun pengertian media yang telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya :
1.      Menurut AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian informasi (Azhar Arsyad, 2002:3)
2.      Menurut NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 )
3.      Menurut P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3)
4.      Menurut Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir, Basyiruddin, 2002:11)
5.      Zakiah Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80)
6.      Muhaimin dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9)
Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya proses belajar mengajar.
Apabila dalam satu dan hal lain media tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada sasaran yang ingin dicapai. oleh sebeb itu dalam mempermudah untuk menyalurkan pesan oleh sumber kepada sasaran maka salah satu dari banyak jenis media yang gunakan adalah media berbasis audio-visual.
Media audio-visual merupakan bentuk media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan peralatan seperti tape recorder, hampir tidak memerlukan lagi biaya tambahan karena tape dapat di hapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam kembali. Disamping itu tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan visual. Audio dapat menampilkan pesan yang memotivasi.
Media berbasis audio-visual yakni merupakan media visual yang menggabungkan penggunaan suara yang memerlukan pekerjaan tambahan untuk memproduksi nya. Salah satu pekerjaan penting yang diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian. 
-->
Media audio-visual merupakan media sederhana yang akan memudahkan peserta didik dalam proses pembelajaran, yakni dengan mendengarkan dan menyimak maupun melihat, sehingga membuat peserta didik lebih memahami materi yang di sajikan dalam media audio-visual. Media audio-visual ini juga sangat praktis untuk digunakan karena tidak mengeluarkan biaya yang lebih sehingga bisa memudahkan dalam proses permbelajaran dan dapat menarik