Beberapa bulan yang lalu pendidikan geografi angkatan II KKL ke pantai
Carocok, Painan, Sumatera Barat. mereka menelaah tentang Objek Wisata di
Pantai Carocok tersebut yang dikaji dalam Geografi Pariwisata. akses
jalan menuju pantai Carocok cukup lancar,, tetapi yang jadi masalahnya
di sini adalah bus yang di naiki oleh peserta KKL. Ada 3 bus yang
mengangkut peserta KKL yakni dengan penbagian bus 1, bus 2, dan bus 3.
di dalam perjalanan menuju Painan di antara ketiga bus tersebut bus 1
lah yang paling banyak pesertanya Mabuk Darat selama perjalanan, ini di
karenakan kondisi mobil yang tidak memungkinkan dan jalan yang
berliku-liku sehingga bisa membuat perut mual. inilah kondisi peserta
KKL angkata II pend. Geografi UNP, bus 1
sesampai di sana mereka langsung mempersiapkan acara makan bersama, dan ini di lakukan di pinggir pantai
sehabiss makan, mereka melakukan survei masalah yang mereka cari di Wisata Pantai Carocok
lalu setelah menyelesaikan tugas KKL, mereka bisa menikmati pemandangan alamiah pantai Carocok, dengan pantainya, karangnya, dan cendramata yang di jual di sana. sehabis melihat-lihat dan menikmati suasananya , para panitia KKL membuat acara keakraban yakni lomba-lomba seperti lomba ular-ularan, memindahkan balon air, tarik tambang dan lain sebagainya. berikut adalah salah satu gambar dari suasana lomba yang di adakan.
seru-seruan ya anak pend.Geografi angkatan II UNP ..... kita tunggu cerita seruunya lagiii, , , , , ,,n_n
Kata media berasal dari bahasa Latin
Medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Tetapi
secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran diartikan
sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat
diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan
pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga
dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.
Media adalah segala sesuatu yang dapat
dipergunakan untuk meyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, dapat
membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong
terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa. Adapun pengertian media yang
telah dirumuskan oleh para ahli pendidikan diantaranya :
1.Menurut
AECT (Assosiation for Educational Communication and Technology). Media
merupakan segala bentuk dan saluran yang digunakan dalam proses penyampaian
informasi (Azhar Arsyad, 2002:3)
2.Menurut
NEA ( National Educational Assosiation). Media adalah bentuk-bentuk komunikasi
baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya. Media hendaknya dapat
dimanipulasi, dapat dilihat, didengar, dan di baca (Arif Sadiman , 2003:6 )
3.Menurut
P. Ely dan Vernon S. Gerlach. Media memiliki dua pengertian yaitu arti luas dan
sempit. Menurut arti luas yaitu kegiatan yang dapat menciptakan kondisi,
sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, ketrampilan,
dan sikap yang baru. Dan menurut arti sempit media berwujud grafik, foto, alat
mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses, serta
menyampaikan informasi. (Ahmad Rohani , 1997:2-3)
4.Menurut
Asnawir dan Basyiruddin dalam bukunya mendefinisikan media adalah suatu yang
bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran dan kemauan audiens
(siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses pendidikan (Asnawir,
Basyiruddin, 2002:11)
5.Zakiah
Darajat mengutip Rostiyah dkk. media pendidikan merupakan alat, metode, dan
tehnik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan
interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran
di sekolah ( Zakiah Darajat, 1992:80)
6.Muhaimin
dalam bukunya mendefisinikan media pembelajaran agama adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan pendidikan agama dari pengirim
atau guru kepada penerima pesan (siswa) dan dapat merangsang perasaan,
perhatian, dan minat serta perhatian siswa sehingga terjadi proses belajar
mengajar pendidikan agama ( Muhaimin , 1992:9)
Dari beberapa definisi diatas dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran
merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diteruskan
kepada sasaran yaitu penerima pesan tersebut. Bahwa materi yang ingin di
sampaikan adalah pesan pembelajarannya serta tujuan yang ingin dicapai adalah terjadinya
proses belajar mengajar.
Apabila dalam satu dan hal lain media
tidak dapat menjalankan sebagaimana fungsinya sebagai penyalur pesan yang
diharapkan, maka media tersebut tidak efektif dalam arti tidak mampu
mengkomunikasikan isi pesan yang diinginkan dan disampaikan oleh sumber kepada
sasaran yang ingin dicapai. oleh sebeb itu dalam mempermudah untuk menyalurkan
pesan oleh sumber kepada sasaran maka salah satu dari banyak jenis media yang
gunakan adalah media berbasis audio-visual.
Media audio-visual merupakan bentuk
media pembelajaran yang murah dan terjangkau. Sekali kita membeli tape dan
peralatan seperti tape recorder, hampir tidak memerlukan lagi biaya tambahan
karena tape dapat di hapus setelah digunakan dan pesan baru dapat direkam
kembali. Disamping itu tersedia pula materi audio yang dapat digunakan dan
dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan visual. Audio dapat menampilkan
pesan yang memotivasi.
Media berbasis audio-visual yakni
merupakan media visual yang menggabungkan penggunaan suara yang memerlukan
pekerjaan tambahan untuk memproduksi nya. Salah satu pekerjaan penting yang
diperlukan dalam media audio-visual adalah penulisan naskah dan storyboard yang
memerlukan persiapan yang banyak, rancangan, dan penelitian.
-->
Media
audio-visual merupakan media sederhana yang akan memudahkan peserta didik dalam
proses pembelajaran, yakni dengan mendengarkan dan menyimak maupun melihat,
sehingga membuat peserta didik lebih memahami materi yang di sajikan dalam
media audio-visual. Media audio-visual ini juga sangat praktis untuk digunakan
karena tidak mengeluarkan biaya yang lebih sehingga bisa memudahkan dalam
proses permbelajaran dan dapat menarik